Berita Unik - Kejatahtan Medis Paling Sadis Didunia

Penelitian-Melibatkan-Manusia-Yang-Paling-Sadis

Berita Unik - Kesehatan merupakan faktor utama didalam kehidupan manusia, dan juga hal ini merupakan fokus utama didalam setiap negara. Untuk mengembangkan pengetahuan tentang kesehatan maka para peneliti kesehatan (dokter) selalu saja terus melakukan riset atau penelitian tertentu yang dimana dengan harapan dapat mempelajari lebih jelas tentang suatu penyakit dan hingga bisa ditemui obat penyembuhannya. Namun untuk kali ini yang akan bahas bukanlah penelitian tentang kesehatan, namun tentang dokter-dokter yang tercatat dalam sejarah kedokteran sebagai dokter dengan penelitian yang paling sadis dan tidak berprikemanusiaan. Berikut ini adalah beberapa penelitaan yang termasuk dalam penelitian tersadis didunia :
  • Percobaan Medis Nazi
Josef Mengele (Peneliti di Nazi), mungkin nama dari dokter atau peneliti yang satu ini sudah tidak asing lagi dalam dunia penelitian, bagaimana tidak sepanjang dalam masa sejarah kedokteran dan penelitian Josef Mengele merupakan peneliti yang paling kejam, gila dan sadis yang pernah ada. Josef Mengele memiliki hobi yanh cukup aneh, yang dimana dirinya selalu mengumpulkan mata dari para pasiennya. Penelitian sadis yang telah dilakukannya adalah menggunakan manusia sebagai bahan uji untuk pengobatan penyakit meluar dan perang kimia, kemudian mengurung korbannya kedalam ruangan yang bersuhu rendah hingga beku sebagai simulasi percobaan dalam penerbangan, mengikat payudara dari seorang ibu menyusui dengan tali agar tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya dan tujuan daru penelitian untuk melihat ketahanan hidup dari seorang bayi tanpa mendapatkan makanan yang pada akhirnya bati tersebut disuntik racun untuk mengakhiri penderitaannya, pemebedahan tanpa anestesi dan masih banyak lagi peneliti gilanya terhadap manusia.
  • Penelitian Sifilis di Guatemala
Penyakit Sifilis adalah penyakit yang paling berbaya pada zaman lalu, yang dimana pada saat itu masih belum ditemukan obat untuk penyakit ini, dan guna untuk mengetahui lebih jelas tentang penyakit sifilis ini. Pada tahun 1946-1948 pemerintah AS dan Guatemala melakukan berbagai upaya atau penelitian dengan harap dapat ditemukan obat penangkalnya, namun cara yang digunakan oleh pemerintah AS dalam penelitian penyakit ini terbilang sangat sadis. Pemerintah AS dan Guatemala berkerjasama dengan sengaja menyebarkan penyakit tersebut kepada para tahanan dan penderita sakit jiwa. Cara yang dilakukan oleh para peneliti adalah dengan sengaja menyuruh mereka untuk melakukan seks dengan para wanita (pelacur) yang secara positif telah mengidap penyakit sifilis.
  •  Penjualan Tubuh Oleh Burke dan Hale
Tahun 1830-an masih merupakan tahun dimana peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada bagian tubuh manusia (anatomi), namun untuk melakukan penelitian ini tentunya diperlukan mayat (tubuh manusia) sedangkan pada saat itu jarangnya terjadi eksekusi mati. Dengan berkurangnya objek penelitian (mayat) hal ini membuat para peneliti membeli tubuh manusia secara gelap, dan melihat dari peluat tersebut akhirnya William Burke dan William Hale bekerja sama dalam membuka penginapan sebagai kedok, yang ternyata bisnis utama mereka adalah menjual tubuh manusia kepada para peneliti anatomi.
  •   Japan Unit731
 Mungkin kejadian ini masih membekas dalam ingatan negeri China, yang dimana pada saat itu yang kebanyakan menjadi korban adalah penduduk China. Berkisar tahun 1930an - 1940an, Jepang yang masih dalam masa kekaisaran itu tertarik melakukan penelitian terhadap berbagai jenis penyakit yang ada, sehingga pada akhirnya mereka melakukan penelitian ini pada penduduk sipil daerah jajahan mereka, yang sebagian besar di China, jumlah korban yang meninggal secara sadis akibat dari penelitan yang dilakukan jepang berkisar 200.000 orang.

Kekaisaran Jepang melakukan penelitian dengan melalui sumur yang telah tercemar berbagai penyakit atau virus untuk diberikan kepada korban atau objek penelitian mereka, dan juga untuk meneliti tentang radang dingin kekaisaran Jepang pada saat itu juga dengan sengaja menyuruh para tahanan berbaris diluar cuaca bersalju tanpa pakaian. Selain dari itu para peneliti juga dengan kejamnya membelut mata dari para tahanan dengan gas beracun yang kemudian dibiarkan hingga mata dari para tahanan keluar dengan sendirinya dan sesudah itu tubuh mereka dibedah dalam keadaan masih sadar.
  •  Pembedahan Pada Budak
J Marion Sims yang dikenal sebagai bapak  Gynecology ini ternyata juga melakukan berbagai penelitian yang terbilang sangat sadis, yang dimana untuk mempelajari tentang Gynecology lebih lanjut Marion Sims melakukan pembedahan terhadap para budak perempuan, yang lebih gilanya lagi adalah pemebadahan dilakukan tanpa adanya anestesi. Lebih gilanya lagi Marion Sims mengatakan bahwa terkait pembedahan yang dilakukannya terhadap para budak ini tidak berjalan dengan menyakitkan (tanpa anestesi). Bayangkan saja dalam keadaan sadar bagian tubuh kita dibuka atau dibedah tentunya kita akan merasakan sakit yang amat luar biasa dan bagaimana bisa Marion Sims mengatakan itu berjalan dengan tidak menyakitkan korban.
  • Penelitian Pada Gagap
Pada tahun 1939 para peneliti ingin membuktikan kebenaran dari gagap yang dialami oleh anak-anak karena adanya kecemasan dalam diri mereka ketika mau berbicara, penelitain ini tentunya secara langsung melibatkan pada anak-anak. Para peneliti melakukan eksperimen pada anak yatim, yang dimana secara langsung peneliti bergabung dalam kumpulan anak-anak tersebut dan meyakinkan anak-anak tersebut mereka mengalami kegagapan dan mereka tidak diijinkan untuk berbicara ketika mereka tidak bisa berbicara dengan benar. Alhasil akibat dari eksperimen tersebut anak-anak yang riang, ceria dan normal menjadi gelisah dan pendiam.
  •  Studi Tuskegee
 Studi Tuskegee ini dikenal dengan penipuan yang dilakukan oleh para peneliti Amerika Serikat, yang dimana dalam rangka untuk mengetahui efek dan pengaruh dari sifilis mereka dengan sengaja mengumpulkan sebagian besar orang hitam yang telah terjangkit sifilis ataupun tidak untuk diteliti, namun ketika dipertanyakan tentang penyakit yang dialaminya para peneliti mengatakan bahwa perawatan yang dilakukan oleh para relawan ini karena adanya bad blood. Selama dalam proses tersebut para partisipan ini tidak pernah mendapatkan perawatan atau pelakuan yang memadai, bahkan sebaguan besar tidak mendapatkan perawatan yang selayaknya dimirikan oleh penderita sifilis. Proses dari penelitian atau Studi Tuskegee yang dilakukan oleh AS ini berlangsung selama 40 tahun.

Daftar dari penelitian yang paling sadis dalam sejarah kesehatan dunia diambil dari LiveScience, yang dimana secara jelas menjelaskan berbagi penelitian yang tidak manusia, yang telah dilakukan oleh para peneliti gila atau yang disebut dengan "Mad Scientist".

Dengan ini artikel Berita Unik - Kejatahtan Medis Paling Sadis Didunia kami akhiri sampai disini, semoga artikel dari saya ini dapat sedikit menghibur para pembaca dan terima kasih juga telah bersedia berkunjung kedalam blog amatiran saya ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

My Visitor