Berita Ahok - Terima Kasih Ahok, Dan Ini Bukan Langkah Akhir Ahok

Berita Ahok - Mungkin dari artikel yang akan saya buat ini akan membuat anda berpikiran bahwa saya merupakan seorang Ahokers (Maniak Ahok), namun saya bukanlah Ahokers, dan juga saya sendiri bukanlah merupakan penduduk Jakarta, namun saya lebih tepatnya adalah saya anak berkebangsaan Indonesia. Jadi siapa yang menjadi Gubernur di Jakarta bukanlah urusan yang meyangkut saya, namun yang amat saya sayangkan adalah Indonesia telah kehilangan seseorang yang telah dengan lantang dan berani dalam melawan segala tindak kecurangan yang selama ini telah merogot negara Indonesia.

Sebelumnya saya merupakan seorang yang tidak terlalu suka ikut dalam perkembangan dunia politik di Indonesia, dikarenakan telah banyaknya tindakan-tindakan manipulasi didalam dunia politik, dan juga tidak terdapat seseorang yang dengan lantang dan gagah berani dalam melawan tindakan manipulasi tersebut, namun kemunculan dari Ahok ke Jakarta membuat diri saya kembali memiliki semangat dalam mengikuti perkemabangan yang telah terjadi didalam dunia politik, khususnya untuk daerah Jakarta.

Mungkin hal ini tidak terjadi kepasa saya saja, bahkan ada beberapa pembaca ada yang mengalami hal sama dengan apa yang saya rasakan. Bagaimana tidak hati seseorang akan tergerak dalam memantau perkembangan Jakarta, hal ini dikarenakan baru kali ini menemukan seseorang yang dengan lantang dan gagah berani dalam membongkas kasus korupsi dan segala kecurangan yang dilakukan oleh DPRD di Jakarta. Sebagaiman yang kita ketahui bahwa DPRD merupakan salah satu hal yang paling ditakuti oleh kebanyakan pemimpin daerah dan tidak pernah berani dengan lantang melawan segala permintaan dari mereka, namun hal ini berbeda untuk Ahok.

Nama dari Ahok menjadi gempar sejak dirinya pertama kali menolak segara rancangan pembelanjaan daerah yang diajukan oleh pihak DPRD, dan bahkan dengan lantang Ahok juga membongkar segala praktik Korupsi yang dilakukan oleh para jajaran DPRD.

Selain itu juga Ahok terlihat gesit dalam menerapkan berbagai program dan proyek perencanaan yang diyakini akan sangat membantu para penduduk Jakarta, salah satu kemudahan yang mungkin dirasakan oleh para penduduk Jakarta adalah dalam pengurusan surat-surat penting, yang dimana saat ini dalam pengurusan atau pembuatan surat penting sudah tidak dipersulit lagi oleh pihak PNS tertentu (Meminta Uang Kopi/Capek). Jika adanya petugas nakal, maka penduduk dapat langsung melaporkan kejadian tersebut langsung kepada Ahok, yang dimana gerbang dari kantor Gubernur selalu terbuka lebar bagi para masyarakat dalam memberikan laporan atau meminta keadilan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pejabat yang jujur dalam suatu pemerintahan merupakan hal yang jarang ditemui, terutama dinegara Indonesia, yang dimana kebanyakan dari para pejabat yang ada hanya mementingkan kepentingan pribadi mereka. Tentunya dengan adanya pejabat yang jujur ditengah-tengah lingkup pemerintahan yang telah kotor ini akan membuat sang pejabat jujur tersebut diserang secara bergilir atau bertubi-tubi oleh beberapa pihak yang tengah merasa daerah kekuasaan terganggu. Maka hal inilah yang tengah dialami oleh Ahok saat ini.

Dengan banyaknya sorot media kepada Ahok tentunya kita sudah mengetahui berbagai serangan yang ditujukan kepada dirinya, dan mungkin dalam pemerintahan Indonesia, hal ini merupakan hal yang pertama kali terjadinya (Para Pejabat Berbondong-bondong Memberikan Serangan). Serangan terhadap Ahok pertama kali adalah terkait penggunaan kata kasar (mulut comberan), namun dari kata-kata kasar yang keluar selama ini hanya ditujukan kepada pihak yang telah merugikan negara dan bukan terhadap para orang-orang yang patuh terhadap hukum negara, jadi bisa dikatakan ini merupakan hal yang tidak seharusnya dibesar-besarkan, bahkan lebih gilanya para pejabat DPRD ramai-ramai kompak dalam mengajukan angket terhadap Ahok (SeranganTerjadi Sesudah Kasus USB Ooopss UPS).

Serangan kedua adalah pembongkaran tempat tinggal dipinggiran kali, yang dimana jelas kita ketahui bahwa kawasan tersebut tidak seharusnya ditempati oleh Masyarakat, karena dapat menyebabkan banjir dan lebih parahnya lagi dapat membahayakan nyawa Masyarakat yang menempati daerah tersebut. Yang perlu diketahui bahwa Ahok tidak mengusir masyarakat tersebut, namun memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak. Namun pembongkaran yang dilakukan oleh Ahok ini telah merugikan beberapa pihak terkait, dan pada akhirnya berujung dengan berbagai pertentangan dan juga hasutan terhadap masyarakat disekitar daerah tersebut untuk melakukan penolakan.

Penyerangan kata kasar (Mulut Comberan) dan penyerangan tidak manusiawi (penggusuran) tidak membuahkan hasil dalam menjatuhkan Ahok, namun hal ini tidak membuat penyerangan tersebut terhenti begitu saja, namun menjadi semakin gencar, dan berujung pada penyerangan dengan isu agama. Penyerangan agama yang dilakukan adalah dengan menggunakan surat Al Maidah 51, yang mengatakan bahwa seorang pemimpin negara yang ditunjuk tidaklah merupakan dari kaum Kafir, hal ini tentunya dengan pesat membakar gejolak para masyarakat Indonesia, yang merupakan mayoritas penganut agama Islam.

Bertubi-tubi penyerangan dan berbagai isu yang menerpa Ahok membuat sebagian dari Masyarakat menjadi ikut terhasut dan ragu dalam kembali memberikan suaranya untuk Ahok, padahal apa yang dikerjakannya selama dalam pemerintahan telah memberikan bukti atau hasil yang sangat nyata, yaitu pembongkaran kasus dana siluman yang dilakukan pihak DPRD,pengurangan dari titik banjir di Jakarta, berbagai program yang memudahkan masyarakat Jakarta, pembongkaran tempat maksiat (kalijodo) menjadi taman hijau lapangan terbuka, pembangunan Mesjid (Yang Dimana Dikatakan Sebagai Pemimpin Kafir), memberikan umroh dan gaji terhadap para petugas di Mesjid atau penjaga makam (Yang Anda Katakan Juga Sebagai Pemimpin Kafir).

Dari berbagai serangan dan terpaan yang menerjang Ahok, cuman dari serangan sisi agama sajalah yang terlihat tampak berhasil dalam mengulingkan citra baik dan kinerja untuk Jakarta selama ini, dan tampaknya juga Masyarakat Indonesia masih sangat mudah terpengaruh dengan berbagai hal yang berkaitan dengan Agama. Namun sebenarnya pemimpin tidak seharusnya merupakan orang yang harus beragama Islam, namun yang lebih diutamakan dalam diri seorang pemimpin adalah kejujuran dan jiwa dalam memberikan keadilan kepada Masyarakatnya, seperti pada negara-negara yang mayoritas Islam lainnya.

Dalam pemilihan Gubernur pada 19 April 2017, kebanyakan suara memilih pasangan Anies dan Sandiago Uno, yang dimana lebih layak karena merupakan seorang yang beragama Islam, dan tidak memilih Ahok yang dimana kinerja selama dalam menjabat sebagai Gubernur telah nyata terbukti dan menunjukkan hasil dalam mengubah wajah atau citra Jakarta. Namun kekalahan dalam pemilihan Gubernur ini bukanlah merupakan akhir bagi Ahok, bisa dikatakan merupakan sebuah langkah awal atau baru dari Ahok dalam menyadarkan Masyarakat Jakarta atau Indonesia.

Langkah awal yang saya maksudkan dari ini adalah masyarakat Jakarta akan merasakan sendiri berbagai perbandingan selama dalam masa pemimpinan Ahok dengan masa kepemimpinan dari Anies dan Sandiago Uno (Pelantikan Selanjutnya). Hal yang juga membuat saya yakin bahwa ini bukan merupakan langkah akhir bagi Ahok, karena dirinya merupakan sosok yang telah berhasil dalam mengubah Jakarta dan juga merupakan pejabat jujur, jadi bagaimanapun dirinya tetap akan menjadi sosok yang dibutuhkan oleh pemerintahan Indonesia saat ini, dan bahkan kemungkinan posisi akan ditempatkan kepada bagian yang lebih Vital dalam pemerintahan sehingga dapat menbersihkan pemerintahan Indonesia yang telah menjadi kotor.

Demikian dari artikel Berita Ahok - Terima Kasih Ahok, Dan Ini Bukan Langkah Akhir Ahok, dan melalui akhir penutupan ini saya ingin meminta maaf jika adanya dari tulisan saya yang secara sengaja atau tidak sengaja dalam menyinggung pihak tertentu atau terkait, namun tulisand dari artikel ini merupakan hal yang murni tercurah didalam pemikiran saya selama ini, dan juga semoga dari tulisan artikel saya ini juga dapat membantu anda dalam menilai mana yang benar atau mana yang salah selama ini.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

My Visitor